Category Archives: 0-cehan

Hanya kisah perjalanan

Jika pertama terasa asing. Kini mulai tumbuh benih-benih pertemanan atau bahkan persahabatan. Begitu juga lingkungan yang pada mulanya terasa asing, kini kian bisa bersahabat. Sisa-sisa semangat yang hampir padam kini semakin terasa kobaran panasnya. Wajah-wajah baru itu sepertinya akan menjadi mesin motivasi yang bergerak cepat tanpa pernah berhenti hingga pada garis finish. Terlambat atau tertinggal dari garis start bukanlah sebuah alasan yang menghalangi untuk mencapai garis finish, kecuali jika ingin menjadi seorang pecundang atau pengecut. Berhentilah lalu berpaling menghadap ke belakang. Jika kemauan masih ada, kesempatan pun masih terbentang luas, mengapa tidak mencoba? Mencoba dengan segenap kemampuan yang ada. Halangan dan rintangan sudah pasti ada sebagai pelengkap dari semua itu. Entah bagaimana akhirnya nanti. Namun yang pasti, gagal dalam sebuah kesempatan lebih baik dari pada mundur sebelum mencoba.

*Pare. Trijaya | 18 06.50 AM

senja kali ini berbeda
aktifitas yang berbeda
gerimis mengundang
namun tetap berkeringat Read More »

Setelah 1 minggu berobat di rumah saya akhirnya harus kembali lagi ke kampung Pare Kediri. Semua benar-benar diluar dugaan dan mengharuskan saya pulang ke kampung halaman. Hari ini tepatnya hari sabtu saya berangkat lagi menuju Surabaya dari Balikpapan dengan maskapai Lion Air yang akan bertolak pada jam 15.00. Perjalanan dari Tenggarong ke bandara Sepinggan Balikpapan menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam. Sesampainya di bandara, saya duduk santai sambil melihat-lihat keadaan sekitar. Saat santai ada beberapa orang yang menghampiri saya sambil menawarkan ticket pesawat. Ada juga yang menawarkan jasa dan menjual barang-barang. Read More »

Bismillah

Setelah sarapan pagi saya langsung pamit kepada orang tua. Mereka berdua berpesan agar aku bisa belajar dengan sebaik-baiknya. Setelah pamit dengan orang tua…saya juga pamit kepada kakak, adik dan keponakan saya si Nismah yang baru saja berumur 3 bulan. Sepertinya sekembalinya saya dari pulau jawa (Kediri) Nismah sudah bisa berjalan. Bismillah…saya berangkat dari rumah pukul 7 pagi menuju travel yang tak jauh letaknya dari rumah saya. Saya sempat menunggu kurang lebih setengah jam di travel tersebut. Dan pada pukul 07.30 saya bersama rombongan berangkat menggunakan mini bus menuju Bandara Sepinggan Balikpapan. Sedih juga rasanya meninggalkan keluarga. Read More »

Saat berbicara di telfon waktu itu, alunan suaranya seakan mengatakan kepadaku bahwa dia sedang baik-baik saja. Tidak ada sedikitpun yang kurang pada dirinya. Ia sempat bilang bahwa kedua orang tuanya sedang berada di Mushalla seberang sungai untuk melaksanakan shalat Magrib secara berjamaah sehingga aku tak berkesempatan untuk berbicara dengan mereka via telfon. Mungkin hampir setengah jam pembicaraan aku dan dia saat itu. Sampai pada akhirnya aku hanya meminta kepadanya agar salam ku ia sampaikan kepada mereka berdua. Read More »