Tak sengaja, ketika sedang membuka-buka arsip saya menemukan tulisan lama. Dari pada dibuang, lebih saya simpan dalam blog ini.

—————————————————–
Bismillah 04-07-2008 Cairo

Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar dahulu, saya sering di nasehati oleh ayah ibu di rumah agar tidak pernah lupa untuk berdoa selepas sholat 5 waktu. Maklum, waktu itu bila selesai sholat biasanya saya langsung berdiri meninggalkan sejadah, entah langsung duduk di depan televisi menanti kartun favorite atau pergi bermain bersama kawan-kawan. Mereka tak henti-hentinya mengenalkan kepada saya tentang pentingnya sebuah doa. Bahkan saya masih ingat perkataan mereka ” Bahwa Allah menyukai hambanya yang selalu meminta (berdoa) kepada-Nya. Membiasakan diri untuk
berdoa bukan hanya mereka ajarkan selepas sholat 5 waktu tapi juga dalam hal-hal yang lain, misalnya berdoa sebelum atau sesudah makan, sebelum belajar dan lain-lain. Meskipun saya hanya membaca pendek seperti Bismillah sebelum makan dan Alhamdulillah sesudah makan, yang penting terbiasa berdoa.

Kini, saya mengerti kenapa mereka tak dulu henti-hentinya mengingatkan agar selalu berdoa. Yaitu untuk membiasakan diri agar dekat kepadaNya dan tidak tergantung pada siapapun kecuali Allah. Hingga apapun yang terjadi maka kita tidak akan terjerumus ke dalam jurang keputus asaan. Apa yang akan saya lakukan selanjutkan jika segala usaha
yang ada sudah ditempuh? tak ada lain kecuali doa. Kepada siapa lagi saya meminta pertolongan jika orang-orang sekitar kita pun sibuk dengan segudang masalah yang mereka hadapi? tak lain hanya kepada Allah (berdoa). Lalu apakah Allah selalu mengabulkan permintaan hambanya? Jawabnya “ya”! Allah selalu mengabulkan permintaan
hambanya. Sebagaiman firman-Nya :
[Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran].(QS: Al-Baqarah:186)
Apakah ada di antara kita orang yang hidup tanpa masalah? apakah ada di antara kita orang yang meraih harapan/cita-cita tanpa seribu halangan/ujian? jawabanya tidak ada. Semuanya memiliki masalah, rintangan dan memiliki seribu tuntutan. Uang ataupun pekerjaan. Lantas kenapa Allah membagi-bagikan permasalahan kepada kita?
Bukan karena Allah tidak kuasa, namun karena Allah menginginkan kita datang kepada-Nya dengan mengangkat kedua tangan kita.

Advertisement